Jumat, 31 Juli 2009
Sabtu, 11 Juli 2009
Kamis, 02 Juli 2009
Ayat Qur'an Dalam Cromosom
Informasi DNA / Ayat Qur'an Dalam Cromosom
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am
http://uk.f270.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=67944
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,
Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang
keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun
ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal
dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan
bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta
kitab
suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu
pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain
konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat
"Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli
embriologi dari Kanada.
Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu
salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada
kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim
hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda
kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai
jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah
kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah",
dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan
ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida
Acid) manusia.
Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA
yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.
Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.
kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil
risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian
firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai
tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun "
(apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan
akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran,
seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium
genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad
Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin
dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia.
Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al
Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999
pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama
"Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika
ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat
Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain
muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia
telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99,
Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar
biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini.
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;
Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini
sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain
yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan
Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya
dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat
kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai
akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga
penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin
menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup
yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama
dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non
muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang
mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali
dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada
level pemerintah.
Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka
bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena
ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah
pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya
kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5
orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai
berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat
kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka
merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri
atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan
Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu
hilangnya rasa nyeri dari pasien.
Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya
ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia
menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh
syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada
sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan
menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an
yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama
ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang
sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika
sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda
adar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur
dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut.
Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an
Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat
53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.
Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu
menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak
ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan
segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am
http://uk.f270.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=67944
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,
Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang
keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun
ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal
dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan
bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta
kitab
suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu
pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain
konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat
"Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli
embriologi dari Kanada.
Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu
salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada
kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim
hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda
kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai
jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah
kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah",
dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan
ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida
Acid) manusia.
Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA
yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.
Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.
kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil
risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian
firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai
tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun "
(apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan
akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran,
seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium
genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad
Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin
dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia.
Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al
Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999
pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama
"Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika
ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat
Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain
muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia
telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99,
Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar
biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini.
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;
Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini
sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain
yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan
Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya
dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat
kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai
akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga
penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin
menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup
yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama
dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non
muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang
mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali
dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada
level pemerintah.
Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka
bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena
ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah
pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya
kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5
orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai
berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat
kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka
merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri
atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan
Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu
hilangnya rasa nyeri dari pasien.
Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya
ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia
menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh
syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada
sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan
menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an
yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama
ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang
sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika
sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda
adar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur
dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut.
Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an
Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat
53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.
Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu
menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak
ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan
segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.
Informasi DNA / Ayat Qur'an Dalam Cromosom
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am
http://uk.f270.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=67944
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,
Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang
keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun
ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal
dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan
bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta
kitab
suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu
pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain
konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat
"Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli
embriologi dari Kanada.
Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu
salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada
kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim
hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda
kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai
jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah
kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah",
dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan
ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida
Acid) manusia.
Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA
yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.
Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.
kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil
risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian
firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai
tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun "
(apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan
akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran,
seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium
genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad
Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin
dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia.
Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al
Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999
pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama
"Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika
ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat
Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain
muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia
telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99,
Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar
biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini.
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;
Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini
sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain
yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan
Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya
dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat
kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai
akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga
penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin
menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup
yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama
dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non
muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang
mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali
dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada
level pemerintah.
Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka
bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena
ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah
pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya
kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5
orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai
berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat
kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka
merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri
atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan
Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu
hilangnya rasa nyeri dari pasien.
Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya
ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia
menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh
syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada
sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan
menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an
yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama
ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang
sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika
sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda
adar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur
dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut.
Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an
Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat
53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.
Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu
menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak
ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan
segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am
http://uk.f270.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=67944
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,
Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang
keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun
ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal
dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan
bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta
kitab
suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu
pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain
konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat
"Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli
embriologi dari Kanada.
Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu
salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada
kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim
hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda
kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai
jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah
kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah",
dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan
ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida
Acid) manusia.
Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA
yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.
Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.
kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil
risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian
firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai
tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun "
(apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan
akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran,
seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium
genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad
Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin
dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia.
Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al
Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999
pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama
"Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika
ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat
Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain
muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia
telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99,
Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar
biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini.
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;
Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini
sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain
yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan
Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya
dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat
kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai
akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga
penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin
menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup
yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama
dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non
muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang
mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali
dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada
level pemerintah.
Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka
bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena
ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah
pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya
kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5
orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai
berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat
kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka
merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri
atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan
Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu
hilangnya rasa nyeri dari pasien.
Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya
ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia
menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh
syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada
sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan
menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an
yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama
ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang
sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika
sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda
adar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur
dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut.
Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an
Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat
53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.
Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu
menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak
ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan
segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.
YOHAN SMPN 2 LK: YOHAN SMPN 2 LK: tutorial jaringan komputer,bagian I
Informasi DNA / Ayat Qur'an Dalam Cromosom
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am
http://uk.f270.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=67944
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,
Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang
keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun
ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal
dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan
bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta
kitab
suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu
pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain
konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat
"Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli
embriologi dari Kanada.
Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu
salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada
kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim
hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda
kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai
jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah
kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah",
dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan
ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida
Acid) manusia.
Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA
yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.
Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.
kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil
risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian
firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai
tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun "
(apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan
akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran,
seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium
genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad
Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin
dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia.
Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al
Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999
pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama
"Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika
ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat
Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain
muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia
telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99,
Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar
biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini.
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;
Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini
sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain
yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan
Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya
dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat
kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai
akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga
penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin
menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup
yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama
dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non
muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang
mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali
dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada
level pemerintah.
Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka
bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena
ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah
pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya
kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5
orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai
berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat
kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka
merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri
atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan
Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu
hilangnya rasa nyeri dari pasien.
Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya
ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia
menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh
syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada
sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan
menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an
yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama
ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang
sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika
sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda
adar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur
dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut.
Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an
Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat
53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.
Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu
menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak
ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan
segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am
http://uk.f270.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=67944
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,
Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang
keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun
ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal
dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan
bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta
kitab
suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu
pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain
konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat
"Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli
embriologi dari Kanada.
Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu
salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada
kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim
hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda
kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai
jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah
kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah",
dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan
ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida
Acid) manusia.
Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA
yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.
Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.
kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil
risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian
firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai
tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun "
(apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan
akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran,
seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium
genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad
Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin
dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia.
Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al
Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999
pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama
"Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika
ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat
Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain
muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia
telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99,
Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar
biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini.
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;
Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini
sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain
yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan
Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya
dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat
kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai
akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga
penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin
menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup
yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama
dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non
muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang
mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali
dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada
level pemerintah.
Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka
bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena
ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah
pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya
kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5
orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai
berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat
kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka
merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri
atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan
Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu
hilangnya rasa nyeri dari pasien.
Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya
ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia
menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh
syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada
sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan
menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an
yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama
ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang
sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika
sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda
adar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur
dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut.
Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an
Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat
53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.
Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu
menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak
ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan
segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.
Langganan:
Postingan (Atom)